Senin, 04 November 2013

Hidrokarbon


HIDROKARBON

A. Pembentukan dan Komposisi Minyak Bumi
Istilah minyak bumi diterjemahkan dari bahasa latin (petroleum), artinya petrol (batuan) dan oleum (minyak). Nama  petroleum diberikan kepada fosil hewan  dan tumbuhan yang ditemukan dalam kulit bumiberupa gas alam, batubara, dan minyak bumi.
Pembentukan dan Eksplorasi
Minyak bumi terbentuk dari fosil-fosil hewan dan tumbuhan  kecil yang hidup di laut dan tertimbun selama berjuta-juta tahun lampau. Ketika hewan  dan  tumbuhan  laut  mati,  jasad  mereka  tertimbun  oleh  pasir  dan lumpur di dasar laut. Setelah  ribuan  tahun  tertimbun, akibat  pengaruh tekanan dan suhu  bumi  yang  tinggi,  lapisan-lapisan  lumpur  dan pasir berubah  menjadi  batuan.  Akibat  tekanan  dan  panas  bumi,  fosil  hewan dan  tumbuhan  yang  terjebak  di lapisan  batuan  secara  perlahan  berubah menjadi minyak mentah dan gas alam. Kedua bahan tersebut terperangkap di  antara  lapisan-lapisan  batuan  dan  tidak  dapat  keluar.
Untuk  mengetahui sumber minyak bumi  diperlukan pengetahuan geologi  dan  pengalaman. Pekerjaan  ini merupakan tugas dan tanggung jawab  para  insinyur pertambangan dan geologi.
Tahap pertama eksplorasi minyak bumi adalah mencari petunjuk dipermukaan bumi seperti adanya lipatan-lipatan batuan.  Lipatan-lipatan itu akibat tekanan gas dan minyak bumi yang merembes ke dalam batuan berpori sehingga  minyak  bumi dapat  naik  ke  permukaan,  tetapi  tidak mencapai  permukaan bumi  karena  tertahan  oleh  lapisann batuan  lain.
B. Karakteristik Atom Karbon
Kekhasan Atom Karbon
Atom  karbon  memiliki  empat  elektron  valensi. Keempat  elektron  valensi  tersebut  dapat membentuk empat ikatan kovalen melalui penggunaan bersama pasangan elektron  dengan  atom-atom  lain.  Atom  karbon  dapat  berikatan kovalen tunggal dengan empat atom hidrogen membentuk molekul metana (CH4).
Rumus  Lewisnya:Selain  dapat  berikatan  dengan  atom-atom  lain,  atom  karbon  dapat juga  berikatan  kovalen  dengan  atom  karbon  lain,  baik  ikatan  kovalen tunggal  maupun  rangkap  dua  dan  tiga,  seperti  pada  etana,  etena  dan etuna  (lihat pelajaran  Tata  Nama  Senyawa  Organik).
Kecenderungan  atom  karbon  dapat  berikatan  dengan  atom  karbon lain  memungkinkan  terbentuknya  senyawa karbon  dengan  berbagai struktur (membentuk rantai panjang atau siklik). Hal inilah yang menjadi ciri khas atom karbon.
Jika satu atom hidrogen pada metana (CH4) diganti  oleh  gugus –CH3 maka akan terbentuk etana (CH3–CH3). Jika atom hidrogen pada etana diganti oleh gugus –CH3 maka akan terbentuk propana (CH3–CH2–CH3) dan seterusnya hingga  terbentuk  senyawa  karbon  berantai  atau  siklik.
Atom C Primer, Sekunder, Tersier, dan Kuartener
Berdasarkan kemampuan atom karbon yang dapat berikatan dengan atom karbon  lain, muncul istilah atom karbon  primer,  sekunder, tersier, dan kuartener. Istilah ini didasarkan pada jumlah atom karbon yang terikat pada  atom karbon tertentu.
Atom  karbon  primer adalah atom-atom karbon yang mengikat satu atom karbon tetangga.
Atom karbon sekunder adalah atom-atom karbon  yang  mengikat  dua  atom  karbon tetangga.
Atom  karbon tersier  adalah  atom-atom karbon  yang  mengikat  tiga  atom  karbon  tetangga.

0 komentar:

Posting Komentar