Selasa, 24 Oktober 2017

google-site-verification: google49747698b60e0d10.html

Minggu, 17 Mei 2015

SBMPTN 2015

Bismillah 

Jurusan yang ingin dipilih

1. Biologi IPB
2.Meteorologi Terapan IPB
3.Biologi UNDIP

Kamis, 18 Desember 2014

Desain Logo Olshop

Rabu, 06 November 2013

Bahaya Fluoride yang jarang diketahui orang

8 Bahaya fluoride yang jarang
diketahui orang

Fluoride adalah senyawa kimia
yang digunakan sebagai salah satu
bahan untuk membuat pasta gigi.
Senyawa ini dipercaya mampu
memperkuat gigi, namun ternyata
berbahaya jika dikonsumsi (itulah
sebabnya kenapa kita harus
meludahkan pasta gigi setelah
menggosok gigi).

Berikut ini, Cheeseslave pun
membagikan berbagai bahaya
fluoride pada tubuh yang jarang
diketahui.
Simak selengkapnya.

1. Akumulasi dalam tubuh
Jika tertelan, senyawa fluoride bisa terakumulasi dalam tubuh,
terutama pada tulang dan kelenjar. Kadar fluoride yang terlalu tinggi jelas mampu mengacaukan fungsi organ penting dalam tubuh.

2. Fluoride pada bayi
Salah satu sumber fluoride yang
tidak diduga adalah susu formula
bayi. Selain itu, karena bayi masih
harus banyak mendapat nutrisi melalui cairan, mereka juga rentan mengonsumsi fluoride secara tidak sengaja. Fluoride pada bayi pun jelas mengganggu perkembangan tubuh mereka.

3. Fluoride pada sistem Reproduksi

Pada percobaan yang melibatkan
binatang, dosis fluoride yang tinggi
membuat sistem reproduksi
binatang tersebut jadi rusak. Sperma mengalami penurunan
kualitas dan kuantitas. Hal serupa
juga diduga bisa terjadi pada
manusia.

4. Fluoride dan kerusakan otak

Fluoride yang masuk ke dalam
tubuh ternyata juga berbahaya
bagi otak. Bahkan akumulasi
fluoride dikaitkan dengan
meningkatnya risiko penyakit
Alzheimer.

5. Fluoride dan IQ rendah

Selain meningkatkan risiko
Alzheimer, fluoride pun membuat
IQ seseorang lebih rendah jika
masuk ke dalam tubuh. Secara
tidak sadar, konsumsi air yang
mengandung fluoride membuat
fungsi otak menurun dan tidak
maksimal.

6. Fluoride dan pubertas dini

Beberapa penelitian mengaitkan
hubungan antara fluoride dan
produksi kelenjar pineal dalam
jumlah tinggi. Akibatnya, gadis
remaja mengalami pubertas dini
atau menstruasi lima bulan lebih
cepat dari mereka yang tidak
terkena akumulasi fluoride.

7. Fluoride dan fungsi tiroid

Selain kelenjar pineal, fungsi tiroid
bisa ikut terganggu akibat akumulasi fluoride. Beberapa
dampaknya adalah depresi, lemas,
peningkatan berat badan, nyeri
sendi, kolesterol tinggi, sampai
penyakit jantung.

8. Fluoride dan kerusakan  tulang

Meski disebut-sebut mampu
menguatkan gigi, ternyata
kelebihan kadar fluoride dalam
tubuh malah bisa memicu
kerusakan tulang. Bahkan bagi
para lansia, fluoride mampu
meningkatkan risiko patah tulang.

Itulah berbagai bahaya fluoride
yang jarang diketahui. Perhatikan
makanan dan minuman yang Anda
konsumsi, pastikan semuanya
bebas dari senyawa fluoride.

Senin, 04 November 2013

Hidrokarbon


HIDROKARBON

A. Pembentukan dan Komposisi Minyak Bumi
Istilah minyak bumi diterjemahkan dari bahasa latin (petroleum), artinya petrol (batuan) dan oleum (minyak). Nama  petroleum diberikan kepada fosil hewan  dan tumbuhan yang ditemukan dalam kulit bumiberupa gas alam, batubara, dan minyak bumi.
Pembentukan dan Eksplorasi
Minyak bumi terbentuk dari fosil-fosil hewan dan tumbuhan  kecil yang hidup di laut dan tertimbun selama berjuta-juta tahun lampau. Ketika hewan  dan  tumbuhan  laut  mati,  jasad  mereka  tertimbun  oleh  pasir  dan lumpur di dasar laut. Setelah  ribuan  tahun  tertimbun, akibat  pengaruh tekanan dan suhu  bumi  yang  tinggi,  lapisan-lapisan  lumpur  dan pasir berubah  menjadi  batuan.  Akibat  tekanan  dan  panas  bumi,  fosil  hewan dan  tumbuhan  yang  terjebak  di lapisan  batuan  secara  perlahan  berubah menjadi minyak mentah dan gas alam. Kedua bahan tersebut terperangkap di  antara  lapisan-lapisan  batuan  dan  tidak  dapat  keluar.
Untuk  mengetahui sumber minyak bumi  diperlukan pengetahuan geologi  dan  pengalaman. Pekerjaan  ini merupakan tugas dan tanggung jawab  para  insinyur pertambangan dan geologi.
Tahap pertama eksplorasi minyak bumi adalah mencari petunjuk dipermukaan bumi seperti adanya lipatan-lipatan batuan.  Lipatan-lipatan itu akibat tekanan gas dan minyak bumi yang merembes ke dalam batuan berpori sehingga  minyak  bumi dapat  naik  ke  permukaan,  tetapi  tidak mencapai  permukaan bumi  karena  tertahan  oleh  lapisann batuan  lain.
B. Karakteristik Atom Karbon
Kekhasan Atom Karbon
Atom  karbon  memiliki  empat  elektron  valensi. Keempat  elektron  valensi  tersebut  dapat membentuk empat ikatan kovalen melalui penggunaan bersama pasangan elektron  dengan  atom-atom  lain.  Atom  karbon  dapat  berikatan kovalen tunggal dengan empat atom hidrogen membentuk molekul metana (CH4).
Rumus  Lewisnya:Selain  dapat  berikatan  dengan  atom-atom  lain,  atom  karbon  dapat juga  berikatan  kovalen  dengan  atom  karbon  lain,  baik  ikatan  kovalen tunggal  maupun  rangkap  dua  dan  tiga,  seperti  pada  etana,  etena  dan etuna  (lihat pelajaran  Tata  Nama  Senyawa  Organik).
Kecenderungan  atom  karbon  dapat  berikatan  dengan  atom  karbon lain  memungkinkan  terbentuknya  senyawa karbon  dengan  berbagai struktur (membentuk rantai panjang atau siklik). Hal inilah yang menjadi ciri khas atom karbon.
Jika satu atom hidrogen pada metana (CH4) diganti  oleh  gugus –CH3 maka akan terbentuk etana (CH3–CH3). Jika atom hidrogen pada etana diganti oleh gugus –CH3 maka akan terbentuk propana (CH3–CH2–CH3) dan seterusnya hingga  terbentuk  senyawa  karbon  berantai  atau  siklik.
Atom C Primer, Sekunder, Tersier, dan Kuartener
Berdasarkan kemampuan atom karbon yang dapat berikatan dengan atom karbon  lain, muncul istilah atom karbon  primer,  sekunder, tersier, dan kuartener. Istilah ini didasarkan pada jumlah atom karbon yang terikat pada  atom karbon tertentu.
Atom  karbon  primer adalah atom-atom karbon yang mengikat satu atom karbon tetangga.
Atom karbon sekunder adalah atom-atom karbon  yang  mengikat  dua  atom  karbon tetangga.
Atom  karbon tersier  adalah  atom-atom karbon  yang  mengikat  tiga  atom  karbon  tetangga.

Polimer

MAKROMOLEKUL ( POLIMER )

1.  Definisi Polimer
Kata polimer berasal dari bahasa Yunani, yaitu poly dan merosPoly berarti banyak danmeros berarti unit aatu bagian. Jadi polimer adalah makromolekul (molekul raksasa) yang tersusun dari monomer yang merupakan molekul yang kecil dan sederhana.
2.  Penggolongan Polimer
a)    Berdasarkan Asalnya
1)   Polimer alam
adalah polimer yang terbentuk secara alami di dalam tubuh makhluk hidup.
Tabel beberapa contoh polimer alam
No.
Polimer
Monomer
Polimerisasi
Terdapat pada
 1.
AmilumGlukosaKondensasiBiji-bijian,akar umbi
2.
SelulosaGlukosaKondensasiSayur, kayu, kapas
3.
ProteinAsam aminoKondensasiSusu,daging,telur, wol, sutera
4.
Asam nukleatNukleotidaKondensasiMolekul DNA, RNA
5.
Karet alamIsopreneAdisiGetah karet alam









2)   Polimer semi sintetis
adalah polimer yang diperoleh dari hasil modifikasi polimer alam dan bahan kimia.
Contoh : selulosa nitrat yangsering dipasarkan dengan nama celluloid dan guncotton.
3)   Polimer sintetis
adalah polimer yang tidak terdapat di alam, tetapi disintesis dari monomer-monomernya dalam reaktor.
Tabel beberapa contoh polimer sintetis
No.
Polimer
Monomer
Polimerisasi
Terdapat pada
1.
PolietenaEtenaAdisiKantung,kabel plastik
2.
PolipropenaPropenaAdisiTali,karung,botol plastik
3.
PVCVinil kloridaAdisiPipa pralon,pelapis lantai, kabel listrik
4.
Polivinil alkoholVinil alkoholAdisiBak air
5.
TeflonTetrafluoro etenaAdisiWajan,panci anti lengket
6.
DakronMetal tereftalat dan etilen glikolKondensasiPita rekam magnetik, kain,tekstil,wol sintetis
7.
NilonAsam adipat dan heksametilen diaminKondensasiTekstil
8.
PolibutadienaButadienaAdisiBan motor, mobil
b)   Berdasarkan Jenis Monomernya
1)   Homopolimer
adalah polimer yang tersusun dari monomer-monomer yang sama atau sejenis.
Contoh : PVC, protein, karet alam, polivinil asetat (PVA), polistirena, amilum, selulosa, dan teflon.
2)   Kopolimer
adalah polimer yang tersusun dari monomer-monomer yang berlainan jenis. Berdasarkan susunan monomernya, terdapat empat jenis kopolimer sebagai berikut.
a)    Kopolimer bergantian
b)   Kopolimer blok
c)    Kopolimer bercabang
d)   Kopolimer tidak beraturan
c)    Berdasarkan Sifat terhadap Pemanasan atau Sifat Kekenyalannya
1)   Termoplastik
adalah polimer yang bersifat kenyal atau liat jika dipanaskan dan dapat dibentuk menurut pola yang diinginkan. Setelah dingin, polimer menjadi keras dan kehilangan sifat kekenyalannya. Contoh : polietilena, PVC, seluloid, polistirena, polipropilena, asetal, vinil, nilon dan Perspex.
2)   Termosetting
adalah polimer yang bersifat kenyal saat dipanaskan, tetapi setelah dingin tidak dapat dilunakkan kembali. Jika pecah, polimer tersebut tidak dapat disambungkan kembali dengan pemanasan. Contoh : bakelit, uretana, epoksi, polyester, dan formika.
d)   Berdasarkan Bentuk Susunan Rantainya
1)   Polimer linear
adalah polimer yang tersusun dengan unit ulang berikatan satu sama lainnya :membentuk rantai polimer yang panjang.
Gambar :
2)   Polimer bercabang
adalah polimer yang terbentuk jika beberapa unit ulang membentuk cabang pada rantai utama.
Gambar :
3)   Polimer berikatan silang (Cross-linking)
adalah polimer yang terbentuk karena beberapa rantai polimer saling berikataan satu sama lain pada rantai utamanya. Sambungan silang dapat terjadi ke berbagai arah sehingga terbentuk sambung silang tiga dimensi yang disebut polimer jaringan.
Gambar :
e)    Berdasarkan Apilkasinya
1)   Polimer komersial
adalah polimer yang disintesis dengan harga murah dan diproduksi secara besar-besaran.
Contoh : polietilena, polipropilena, pilivinil klorida dan polistirena.
2)   Polimer teknik
adalah polimer yang mempunyai sifat unggul tetapi harganya mahal.
Contoh : poliamida, polikarbonat, asetal, dan polyester.
3)   Polimer dengan tujuan khusus
adalah polimer yang mempunyai sifat spesifik yang unggul dan dibuat untuk keperluan khusus.
Contoh : alat-alat kesehatan seperti thermometer atau timbangan.
3.  Sifat-sifat Polimer
Beberapa faktor yang mempengaruhi sifat fisik polimer sebagai berikut.
a)    Panjang rata-rata rantai polimer
Kekuatan dan titik leleh naik dengan bertambah panjangnya rantai polimer.
b)   Gaya antarmolekul
Jika gaya antar molekul pada rantai polimer besar maka polimer akan menjadi kuat dan sukar meleleh.
c)    Percabangan
Rantai polimer yang bercabang banyak memiliki daya tegang rendah dan mudah meleleh.
d)   Ikatan silang antar rantai polimer
Ikatan silang antar rantai polimer menyebabkan terjadinya jaringan yang kaku dan membentuk bahan yang keras. Jika ikatan silang semakin banyak maka polimer semakin kaku dan mudah patah.
e)    Sifat kristalinitas rantai polimer
Polimer berstruktur tidak teratur memil;iki kristanilitas rendah dan bersifat amorf (tidak keras). Sedangkan polimer dengan struktur teratur mempunyai kristanilita tinggi sehingga lebih kuat dan lebih tahan terhadap bahaan-bahan kimia dan enzim.
4.  Reaksi-reaksi Polimer
Reaksi polimerisasi yaitu reaksi penggabungan sejumlah monomer menjadi polimer. Polimerisasi dibedakan menjadi dua macam sebagai berikut.
a)    Polimerisasi adisi
adalah reaksi pembentukan polimer dari monomer-monomer yang berikatan rangkap menjadi ikatan tunggal.
Polimerisasi adisi dibedakan menjadi dua sebagai berikut.
1)        Polimerisasi adisi alami
Polimerisasi adisi alami misalnya pembentukan karet alam atau poliisoprena. Monomernya berupa isoprene atau senyawa 2-metil-1,3-butadiena.
2)        Polimerisasi adisi sintesis
Contoh : pembentukan PVC, polipropena, Teflon, polifenil etena atau polistirena, dan polietilena.
b)   Polimerisasi kondensasi
yaitu reaksi yang terjadi jika dua atau lebih monomer sejenis atau berbeda jenis bergabung membentuk molekul besar sambil melepaskan molekul-molekul kecil seperti H2O, NH3, dan HCl.
Polimerisasi kondensasi dibagi menjadi dua sebagai berikut.
1)        Polimerisasi kondensasi alami
Contoh : pembentukan selulosa, amilum dan protein.
2)        Polimerisasi kondensasi sintesis
Contoh : pembentukan nilon, tetoron, bakelit, dan urea-metanal.
5.  Kegunaan Polimer
No.
Polimer
Monomer
Sifat
Kegunaan
1.
PolietenaEtenaLenturBotol semprot, tas plastik, kabel, ember, tempat sampah dan film plastik (pembungkus makanan)
2.
PolipropilenaPropenaKeras dan titik leleh tinggiKarpet, tali, wadah plastik, dan mainan anak-anak
3.
Polivinil kloridaVinil kloridaKaku dan kerasPipa air dan pipa kabel listrik (paralon)
4.
PolistirenaPolifenil etenaFenil etenaTahan terhadap tekanan tinggiPlastik pada kendaraan dan pesawat terbang, genting, cangkir, mangkuk, dan mainan
5.
Poliamida (nilon)Asam adipat dan heksametilen diaminaKuat (tidak cepat rusak) dan halusPakaian, peralatan camping, laboratorium, rumah tangga, dapur, parasut, layar perahu
6.
PolitetrafluoroEtena (PTFE)Atau TeflonTetrafluoro etenaKeras, kaku, tahan panas dan bahan kimiaPelapis anti lengket dan wajan anti lengket
7.
BakelitFormaldehidDan fenolTermosetPeralatan listrik (saklar), perlengkapan radio, telepon, kamera, piring, dan gelas
Dampak Negatif  Penggunaan Polimer dan Penganggulanginya
Disamping memiliki manfaat yang sangat besar dalam semua bidang kehidupan, polimer juga mempunyai dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan. Polimer yang dibuang ke lingkungan sulit diuraikan olek mikroorganisme tanah. Hal ini menyebabkan pencemaran lingkungan.
Sementara itu, gugus atom pada polimer yang terlarut di dalam makanan lalu masuk ke dalam tubuh akan menyebabkan kanker (karsinogenik). Dampak negatif tersebut dapat ditanggulangi jika kita mengurangi pemakaian polimer plastik, tidak membuang sampah di sembarang tempat, memilih alat-alat yang lebih mudah diuraikan dan mengumpulkan sampah plastik untuk didaur ulang. 
Daur ulang plastik melalui proses pirolisis. Pirolisis adalah proses pemecahan senyawa menjadi satu atau lebih senyawa hasil dengan bantuan panas dalam reaktor.

Mengenal Bahasa Jepang

Mengenal Bahasa Jepang

Bahasa Jepang merupakan bahasa yang cukup banyak digunakan dan dikenal di berbagai belahan dunia. Akar bahasa Jepang sendiri bukanlah dari Latin seperti bahasa-bahasa yang terdapat di dunia pada umumnya, melainkan berakar dari China. Oleh karena itu, seperti kita ketahui bahasa Jepang tidak menggunakan alfabet latin, tetapi menggunakan aksara-aksara yang kita kenal dengan Hiragana, Katakana dan karakter Kanji.
  • Huruf Hiragana merupakan huruf asli Jepang, yaitu merupakan syllabe dari huruf konsonan yang selalu diikuti huruf vokal, kecuali huruf hiragana “n”. Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat tabel hiragana berikut:


hiragana


  • Huruf katakana. Katakan ini merupakan huruf yang diserap dari aksara Cina atau biasa disebut shino-japanese. Penggunaan huruf katakana sendiri tidak sesering hiragana. Huruf katakana hanya digunakan untuk menuliskan kata-kata yang berasal dari bahasa asing (c.f.: inggris) atau penulisan nama orang asing. Tabel huruf katakana sebagai berikut:


katakana

  • Terakhir adalah Karakter Kanji. Mengapa disebut karakter? Aksara yang berikut disebut sebagai karakter karena sebagian penulisannya membentuk suatu karakter atau gambar sesuai dengan maksud kata yang ingin disampaikan. Mengenali kanji memang rumit, bahkan untuk orang Jepang sendiri karena banyaknya karakter yang ada. Namun, belajar kanji menjadi menyenangkan bilamana kita mengenali dan mempelajarinya dengan menggunakan sedikit imajinasi. contoh karakter kanji:


kanji-karakterjapanese kanji basic


Untuk mempelajari bahasa Jepang, langkah pertama adalah mengenali dan menghafal huruf-huruf Jepang tersebut, terutama hiragana dan katakana, sebagai kunci untuk memulai belajar bahasa Jepang.

Sumber : istanamengajar.com